Gelar MPAB, Ketua Presidium PMKRI Medan: Kami Tetap Konsisten Melakukan Pembinaan

Gelar-MPAB-Ketua-Presidium-PMKRI-Medan_-Kami-Tetap-Konsisten-Melakukan-Pembinaan

Medan, Verbivora.com  Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan Ceperianus Gea mengatakan, sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan, kami tetap konsisten melakukan pembinaan.

Salah satu dari pembinaan formal PMKRI Cabang Medan, Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB), yang kami selenggarakan pada 16 April sampai 18 April 2021, di aula Yayasan Perguruan Asisi, Simpang selayang, Medan, Sumatera Utara.

“Calon-calon kader yang akan bergabung ke perhimpunan harus mendapat pembinaan terlebih dahulu sesuai dengan silabus PMKRI secara nasional, agar kedepannya mampu berjalan selaras dengan visi, misi perhimpunan,” ucap Ceperianus Gea.

MPAB PMKRI Cabang Medan mengangkat tema: Bertolak Lebih Dalam Demi Menjiwai  Nilai- Nilai Tiga Benang Merah Perhimpunan.

Koordinator Tim Kerja Gaby R. Silitonga mengatakan, meski kegiatan MPAB terlaksana secara daring di tengah pandemi Covid-19, tidak akan mengurangi makna dari pembinaan formal PMKRI.

“Kegiatan kita laksanakan sesuai dengan protokol kesehatan agar tidak memicu timbulnya kelaster baru,” terangnya.

“Menilik dari tema yang diangkat, kami berharap kader-kader yang bergabung di PMKRI mampu menjawab tantangan zaman saat ini,” lanjut Gaby.

Presidium Pendidikan dan Kaderisasi (PPK) PMKRI Cabang Medan Jelita Simbolon, berharap kegiatan ini bisa menghasilkan generasi muda yang peduli terhadap gereja dan tanah air.

“Seperti halnya semboyan PMKRI, Pro Ecclesia et Patria atau bagi gereja dan tanah air, serta berjuang dengan terlibat dan berpihak pada kaum tertindas,: harapnya. *(AR)

Kilianus Paliling Terpilih Sebagai Ketua Presidium PMKRI Kendari

Kilianus-Paliling-Terpilih-Sebagai-Ketua-Presidium-PMKRI-Kendari

Kendari, Verbivora.com – Kilianus Paliling terpilih sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kendari Sanctus Stanislaus Costca Periode 2021-2022.

Kilianus terpilih secara demokratis melalui forum Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) yang berlangsung pada 23 April sampai 24 April 2021.

Sebagai ketua terpilih, Kilianus Paliling menyatakan, PMKRI Cabang Kendari sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan akan fokus pada penguatan kapasitas kader, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi gereja,dan masyarakat.

“Kita akan fokus pada penguatan kapasitas kader dengan mengupayakan proses kaderisasi yang optimal agar kader PMKRI Kendari bisa memberi kontribusi yang real bagi gereja dan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh kader cabang untuk tetap menjaga semangat tiga benang merah PMKRI yaitu kristianitas, fraternitas dan intelektualitas. Serta bersama-sama membangun PMKRI agar lebih maju.

“Sebagai kader-kader PMKRI Kendari, mari kita menjaga dan menghidupi semangat tiga benang merah PMKRI. Serta kita bersama-sama bekerja dengan solidaritas, membangun PMKRI yang berkemajuan,”  tutupnya. *(AR)

Galang Dukungan Pembentukan Cabang, PMKRI Kota Jajakan Gowa Kunjungi Kantor Bupati

Galang-Dukungan-Pembentukan-Cabang-PMKRI-Kota-Jajakan-Gowa-Kunjungi-Kantor-Bupati

Gowa, Verbivora.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Jajakan Gowa sambangi Kantor Bupati Kabupaten Gowa untuk meminta dukungan pembentukan cabang di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pertemuan tersebut terlaksana pada 22 April 2021, dengan PMKRI Cabang Makassar sebagai cabang pendamping.

Hadir dalam pertemuan, jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Cabang Makassar, Ketua Presidium Herianto Ebong, Sekretaris Jenderal Raymundus Hamish, Presidium Pengembangan Organisasi Andreas Eka Putra, serta anggota PMKRI Jajakan Gowa Marianus Ebok.

Marianus ebok menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gowa.

“Kami berterima kasih kepada Pemda, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga bapak Fajar dan Kepala Bidang Kepemudaan pak Yasril, telah menyambut baik kehadiran kami,” tuturnya.

Herianto Ebong juga menjelaskan, sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan, PMKRI harus mampu menjangkau dan menjaring mahasiswa yang tersebar diseluruh perguruan tinggi di Indonesia salah satunya di Kabupaten Gowa yang sementara dalam proses pembentukan cabang.

“Tentunya dalam proses pembentukan PMKRI di Kabupaten Gowa ini, kami juga sangat mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah,” ujar Heri.

Menanggapi rencana pembentukan Cabang PMKRI, Yasril mewakili Bupati Kabupaten Gowa menyampaikan, pemerintah daerah tentunya sangat mengapresiasi kehadiran organisasi PMKRI di Gowa.

“Kehadiran organisasi kemahasiswaan seperti PMKRI ini harus kita dorong sebagai salah wadah untuk mengambil peran penting dalam membinaan orang muda di kabupaten Gowa,” ungkapnya.

Ia juga melanjutkan, dalam hal pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan kebinekaan guna mengantisipasi gerakan yang dapat merusak karakter orang muda seperti radikalisme dan sebagainya, maka peran anak muda menjadi sangat penting.

“Kami juga sangat berharap PMKRI nantinya bisa menjadi mitra kritis pemerintah dalam rangka upaya meningkatkan kemajuan daerah di Kabupaten Gowa ini,” harapan Yasril. *(AR)

PP PMKRI Tolak Kedatangan Pimpinan Junta Militer Myanmar ke Indonesia

pmkri

Jakarta, Verbivora.com – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menolak kedatangan Min Aung Hlaing selaku pimpinan Junta Militer Myanmar ke Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta (24/4/2021).

Kehadiran Min Aung Hlaing dalam KTT ASEAN di Sekretariat ASEAN Jakarta, terkonfirmasi oleh Tanee Sangrat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand. 

“Junta Myanmar, Min Aung Hlaing akan menghadiri pertemuan di Jakarta. Beberapa pemimpin telah memastikan kehadiran mereka, termasuk MAH (Min Aung Hlaing),” kata Tanee.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI Alboin Samosir mengatakan, PMKRI menolak kedatangan Junta Militer Myanmar ke Indonesia. 

Penolakan ini dilandaskan pada tindakan Junta Mililter Myanmar yang telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) kepada rakyat Myanmar, sejak tindakan kudeta 1 Februari 2020.

“Tindakan Junta Militer Myanmar telah melanggar prinsip HAM sebagaimana termuat dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM), hak hidup setiap warga negara dijaga dan dlindungi oleh negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 deklarasi ini, setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai induvidu,” terangnya.

Alboin menambahkan, Min Aung Hlaing selaku pimpinan junta militer, tampil sebagai penjahat kemanusiaan. Dilansir dari media Tempo.co, korban selama kudeta Myanmar  terus bertambah. Angka terbaru, total 521 orang tewas sejak awal kudeta.

“Adapun angka kematian terbesar tercatat pada Sabtu pekan lalu, 141 orang tewas, beberapa di antaranya akibat serangan udara ke permukiman kelompok etnis di Karen,” tambahnya.

Oleh karena itu, atas nama kemanusiaan, PMKRI meminta pemerintah Indonesia turut menolak kedatangan junta militer ke Indonesia. 

Selain menolak kedatangannya, ia juga mendorong pemerintah Indonesia bersama-sama dengan negara ASEAN lainnya agar terlibat aktif dalam proses penyelesaian permasalahan ini dengan arah yang jelas pada hukum HAM. 

“Selain alasan kemanusiaan, Indonesia harus menolak kedatangan Junta Militer Myanmar ke Indonesia demi menjaga independensi Indonesia, sebab belum ada fakta dan data resmi yang menunjukkan bahwa pemerintahan Myanmar di bawah pimpinan Min Aung Hlaing adalah pemerintahan yang sah,” tegas Alboin.

Selain itu, penolakan ini juga untuk mencegah MAH mengkooptasi forum KTT untuk membenarkan tindakannya dihadapan PBB, yang sebelumnya telah menolak kehadiran perwakilan PBB di Myanmar, ” tutupnya. *(AR)

Memperingati Hari Kartini, PMKRI Maumere Gelar Diskusi Kartini Milenial

pmkri

Maumere, Verbivora.com – Dalam rangka memperingati hari Kartini, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere St. Thomas Morus menggelar diskusi dengan tema: Menjadi Kartini Milenial. 

Penggagas diskusi tersebut oleh biro diskusi Kornel Wuli, di Marga Juang PMKRI Maumere Rabu (21/4/2021).

Kegiatan itu juga memiliki beberapa tujuan urgen,  pertama, sebagai salah satu upaya untuk membangkitkan kesadaran mahasiswa dan kader PMKRI dalam merawat daya kritis agar secara aktif dan responsif menjawab setiap situasi serta persoalan. 

Kedua, kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari pendidikan non formal yang menjadi tugas dan tanggung jawab presidium pendidikan dan kaderisasi.

Turut hadir dalam kegiatan, puluhan anggota muda PMKRI Maumere angkatan ke-22 yang telah menyelesaikan proses Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB), serta beberapa Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Maumere.

Presidium Riset dan Teknologi Matheus Tri Hendratmo Beke, menandaskan bahwa salah satu hal positif yang patut menjadi contoh oleh segenap generasi muda perempuan dari sosok Kartini adalah budaya literasi. 

“Perempuan harus terus berinovasi, cerdas, punya kapasitas, berani menyampaikan gagasan, budayakan baca sebagai opsi solutif menumbuhkan daya kritis, serta punya keberanian melawan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan,” tegas Matheus.

Senada dengan hal itu, anggota muda PMKRI Maumere angkatan ke-22  Yakobus Karyes Amanto mengatakan, diskusi tersebut merupakan suatu hal yang baru saat bergabung di PMKRI sebagai wadah pembinaan dan perjuangan. 

“Peringatan hari Kartini merupakan sebuah momen di mana setiap generasi muda menyadari kembali, jati dirinya sebagai agen perubahan (agent of change), untuk memperjuangkan harkat dan martabat kaum perempuan di tengah kehidupan masyarakat, secara khusus bagi mereka yang menjadi korban penindasan,” pungkasnya.

Pada akhirnya, diskusi tersebut seakan memantik sekaligus mengajak kader-kader PMKRI, khususnya perempuan agar tidak menutup diri terhadap segala persoalan kemanusiaan yang terjadi. Secara khusus persoalan yang bersinggungan dengan diskriminasi kaum perempuan. 

Menjadi Kartini milenial berarti harus bersikap revolusioner dan responsif dalam menjawabi tantangan kehidupan sosial kemasyarakatan. *(AR)

Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional, PP PMKRI Gelar Webinar Nasional Bertajuk Kewirausahaan

PMKRI

Jakarta, Verbivora.com – Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, Pengurus Pusat Perhimpuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menggelar webinar nasional bertajuk kewirausahaan, Kamis (14/4/2021).

Webinar ini mengangkat tema: Mendorong Ekonomi Kreatif dan UMKM untuk Pemulihan Ekonomi Nasional.

Hadir sebagai pembicara, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Viktoria Br. Simanungkalit yang diwakili sekretarisnya, Staf Khusus Presiden Aminudin Ma’ruf, Staf Khusus Kepala BKPM RI Pradana Indraputra, Ketua Bidang UKM/IKM APINDO Ronald Walla, Bidang Organisasi dan Kaderisasi BPP HIPMI Yohanes Agustino Marteriano dan Dirut PT. Indika Energy Tbk, M. Arsjad Rasjid.

Ketua PP PMKRI, Benidiktus Papa dalam sambutan pembukanya mengatakan, webinar ini merupakan rangkaian kegiatan jambore kewirausahaan yang digagas PP PMKRI sebagai wujud komitmen PMKRI dalam menggelorakan semangant pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Beni melanjutkan, PMKRI sebagai bagian dari bonus demografi saat ini hingga 2030, maka penting untuk mempersiapkan diri agar menjadi bagian dari kelompok yang produktif ketika masuk dalam era tersebut.

Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, dalam paparannya menjelaskan tentang peluang UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional.

“UMKM adalah motor penggerak pemulihan ekonomi nasional namun kebijakan PSBB mengakibatkan berkurangnya aktifitas masyarakat di luar rumah, tetapi tetap meningkatkan ceruk pasar pada transaksi e-commerce dan transaksi online lainnya yang dapat menjadi peluang untuk UMKM,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan upaya pemerintah dalam mengatasi dampak perekonomian akibat Pandemi Covid-19 yakni dengan memberika stimulus berdasarkan fase hidup UMKM.

Staf Khusus Kepala BKPM RI Pradana Indraputra, dalam paparannya menyampaikan, dari total 64.205.156 juta unit usaha lokal hanya sekitar 4,47 juta yang dimiliki oleh pengusaha muda.

“Untuk itu diharapkan pemuda jangan takut untuk berusaha, apa lagi saat ini BKPM telah memudahkan izin usaha dimana untuk usaha individu, ijin dapat diperoleh dengan mudah dan cepat,” terangnya.

Ketua Bidang UKM/IKM APINDO Ronald Walla, memaparkan tentang Indonesia 4.0 dan mindset wirausaha.

“Mindset kewirausahaan harus berkarakter Indonesia dengan menjaga integritas, tidak mudah menyerah dan tekun, memiliki kemampuan mengambil keputusan secara cepat, mudah berdaptasi dan membangun relasi yang luas serta  memiliki motivasi yang kuat untuk belajar,” paparnya.

Bidang Organisasi dan kaderisasi BPP HIPMI Yohanes Agustino Marteriano, menyampaikan, HIPMI adalah inkubator bagi para pelaku usaha sehingga pemuda termasuk kader PMKRI bisa belajar menjadi pengusaha.

Staf Khusus Presiden Aminudin Ma’ruf menyampaikan, di era digital saat ini, dunia ekonomi khususnya dunia usaha akan sangat bergantung pada digital. Oleh karena itu ada tiga poin yang harus dikuasai yakni networking, collaboration, teamwork.

Untuk diketahui, webinar nasional ini dimoderatori oleh Ketua Lembaga Pengembangan Kewirausahaan PP PMKRI Yohanes Parinding dan diikuti oleh ratusan pemuda dari berbagai kalangan. *(JM)